Litbang dan Manager
Tulisan ini terinspirasi dari biografi Margareth Thatcher dalam buku MHMD-nya Marwah Daud Ibrahim dan kesuksesan perusahaan-perusahaan besar seperti Microsoft, Sony, Honda, dan lain-lain.
Untuk membuka wawasan tentang betapa sungguhnya Microsoft mengembangkan research-nya (yang alokasi dananya mencapai USD 6.5 Milyar) silakan buka:
http://www.sda-indo.com/sda/features/psecom,id,88,_language,Indonesia,_
page,2,nodeid,1,xv_numresults,5,xv_sortvalue,0.html
Litbang dan Manajer
Setelah merenungi dan mencari benang merah dari beberapa bacaan di atas, ada beberapa poin penting yang menjadi aspek kesuksesan orang, perusahaan, atau negara yang bersangkutan, yaitu optimal dan efektifnya fungsi kepemimpinan, manajemen, dan litbang dari suatu lembaga atau komunitas.
Khusus pada tulisan ini, ada 2 hal yang lebih saya tekankan, yaitu manajemen dan litbang. Karena kalo aspek kepemimpinan, seharusnya kita semua sudah sangat memahami sepenting apanya peranan dan fungsi kepemimpinan dalam menggerakkan suatu komunitas dalam mencapai tujuan dan sasarannya. Kita juga seharusnya sudah tahu dan paham seperti apa karakter seorang pemimpin yang baik, efektif, berkualitas, dan berpengaruh. Karena tanpa aspek kempimimpinan yang baik dan kuat, suatu komunitas tidak akan berjalan dengan baik dan efektif, serta tidak akan pernah bisa mencapai tujuan yan telah mereka tetapkan.
Tentunya urgensitas kepemimpinan ini tidak bertentangan dengan salah satu pemahaman yang menyebutkan: “Pilihlah pemimpin yang paling lemah di antara kalian, lalu dukung, taati, dan bantu sekuat tenaga dan semampu kalian. Niscaya iya akan menjadi pemimpin yang paling kuat”. Karena menurut saya ungkapan tersebut adalah sebuah perumpamaan untuk menggambarkan keharusan ukuwah, kesatuan, sinergi, integrasi, kepercayaan, taat, dan totalitas semua orang dalam suatu komunitas amal jamai dengan pemimpin mereka. Ungkapan tersebut tidak bermakna dan tidak mengenyampingkan perlunya memilih pemimpin yang terbaik dengan tujuan dan karakter tim yang akan dicapai dan di saat yang tepat (the right man on the right place at the right time). Ungkapan totalitas tim tersebut berlaku setelah terpilihnya sang pemimpin. Namun dalam proses penemuan dan pemilihan pemimpin tersebut, harus memakai kaidah the right man on the right place at the right time tersebut.
Litbang (Research & Development)
Kalau saat perang kemerdekaan kita mengenal semboyan merdeka atau mati!, maka di abad globalisasi dan ilmu pengetahuan sekarang ini, semboyan yang menjadi ‘roh’ kehidupan dunia adalah: inovasi atau mati! Mengapa inovasi? Mengapa tanpa inovasi sebuah eksistensi bisa mati? Kenapa Microsoft sampai memiliki empat research center yang sangat besar di luar AS dengan anggaran USD 6.5 Milyar setahun?
Di abad informasi dan teknologi sekarang ini, ciri khas utama adalah perubahan yang sangat cepat, globalisasi, masyarakat pengetahuan, masyarakat terbuka (open society), hypercompetition, serta interdependence social network. Dan seluruh gejala tersebut berakar dari perubahan yang sangat cepat sebagai efek dari revolusi informasi dan ilmu pengetahuan yang sangat dahsyat dan saling menunjang.
Perubahan inilah yang melahirkan kebutuhan inovasi. Hukum alam menyebutkan bahwa bila suatu species tidak bisa beradaptasi dalam lingkungan alam kekinian dan masa depannya, maka kepunahan adalah ujungnya. Dalam Islam kita juga mengenal istilah ‘generasi pengganti atau yang digantikan’. Inovasi sebagai sebuah ‘dunia’ untuk menemukan karya baru merupakan sebuah usaha untuk tetap bertahan hidup dalam abad perubahan ini. Abad yang dengan karakter globalisasinya (terutama bidang ekonomi) telah menjadikan inovasi produk dan karya sebagai senjata untuk bisa survive dan menguasai (pasar) dunia. Di sinilah kita bisa mengambil kesimpulan dengan istilah: inovasi atau mati!
Kembali ke masalah organisasi, di abad informasi dan perubahan ini inovasi menjadi kata kunci dan kebutuhan sebuah organisasi apapun dan di manapun. Dengan abad informasi ini, segala sesuatu aspek kehidupan masyarakat (politik, ekonomi, pendidikan, sosial, budaya) telah saling berkaitan dan mempengaruhi satu dengan lainnya, ibarat sebuah jejaring kehidupan yang sangat kuat. Perubahan ekonomi, bisa mempengaruhi politik, sosial, budaya. Begitu juga perubahan politik atau pendidikan, bisa mempengaruhi ekonomi, sosial, budaya. Intinya… abad 21 ini adalah abad perubahan! Lalu, bagaimana menghasilkan inovasi?
Inovasi adalah suatu ujung/hasil yang bermuara dari proses penelitan dan kreativitas. Penelitian menggambarkan suatu proses pembelajaran yang dinamis dan berkelanjutan. Kreativitas menggambarkan ide-ide baru dan cemerlang. Dinamis-kreatif-inovatif adalah sebuah satu alur kesatuan dari karakter mental peneliti (research) dan pengembangan (development).
Research & Development inilah yang menjadi akar kesimpulan kunci dari kebutuhan suatu komunitas/lembaga yang bergerak, baik itu organisasi, masyarakat, bangsa, dan negara. Sejarah sudah membuktikan, di abad globalisasi ini, negara2 atau organisasi yang melakukan research & development sajalah yang dapat survive dan mengendalikan dunia. Karena mereka selalu belajar dan meneliti cara2 terbaru yang dapat diterapkan untuk menghadapi perubahan dunia yang sangat cepat.
............
Di sinilah saya sangat menekankan betapa pentingnya aspek research & development ini bagi dakwah. Dakwah adalah sebuah megaproyek peradaban. Dan peradaban kita sekarang ditandai oleh perubahan yang sangat cepat serta variabel sosial yang berubah acak. Ditambah lagi begitu kencangnya bombardir arus paradigma oportunisme, materialisme dan konsumerisme di masyarakat, termasuk mahasiswa dan masyarakat kampus.
Dengan keadaan dunia yang sudah sangat berubah dan dinamis ini, mutlak diperlukan sebuah sistem research & develompment untuk menghasilkan inovasi2 dakwah. Selain itu juga diperlukan sebuah kajian dan penelitian untuk membaca kondisi kampus dan masyarakat yang sedang berkembang, kondisi sosiologinya, mental dan paradigma, kondisi Indonesia dan dunia. Kajian dan penelitian ini harus bersumber dari pengamatan lapangan yang valid, data yang komprehensif dan aktual, serta variabel-variabel perubahan yang dapat diperkirakan. Karena tanpa itu semua, kajian dan penelitian tesebut tidak akan optimal atau malah salah sasaran dan kesimpulan.
Ada 3 syarat tindakan untuk mendukung terciptanya suatu perubahan sosial di masyarakat; yaitu kemampuan untuk membaca dan menganalisis perkembangan dan kondisi yang sedang terjadi, kemampuan membaca masa depan dan pembelajaran sejarah, serta kemampuan untuk memilih tindakan yang tepat dari kajian dan penelitian kondisi kekinian, masa depan, dan pembelajaran sejarah tadi. Ketiga syarat tersebutlah yang menjadi tiga aspek research & development dalam penentuan kebijakan dan tindakan perubahan sosial masyarakat. Tanpa pemenuhan ketiga aspek tersebut dalam usaha rekayasa sosial, yang ada hanyalah sebuah stagnansi ritual formal. Tidak akan terjadi perubahan yang berarti, hanya perulangan-perulangan kehidupan seperti yang terjadi dalam dunia Matrix.
Bagaimanapun diperlukan sebuah pemikiran kuat hasil dari penelitian dan kajian lapangan yang valid untuk menghasilkan suatu gerak dakwah yang inovatif dan maksimal. Bila dunia bisnis ekonomi dan teknologi saja membutuhkan research & development bagaimana dengan dakwah sebagai megaproyek peradaban?
2. Management
Bila litbang adalah suatu usaha untuk melahirkan gerakan2 yang tepat dan novatif, maka manajemen adalah sistem yang dirancang untuk terwujudnya produk karya inovasi tersebut.
Dalam sebuah bangunan perusahaan, manajer adalah ujung tombak atau tangan kanannya pemimpin perusahaan. Pemimpin (leader) dan manajer adalah suatu yang berbeda, walaupun sering diidentikkan dengan fungsi yang sama. Pemimpin berhubugan dengan manusia, sedang manajer berhubungan dengan sistem dan pengorganisasian. Pemimpin sejati lebih berperan kultural dan simpul sosial, manajer lebih berperan stuktural.
Evaluasi yang bisa saya berikan terhadap organisasi2 mahasiswa (termasuk dakwah kampus) sekarang ini adalah belum adanya fungsi manajer yang baik di setiap jenjang struktur atau wilayah, baik di struktur/wilayah level tertinggi hingga yang teendah di lapangan. Seorang mas’ul atau qiyadah hanya (mencoba) berperan sebagai leader. Konsep tsiqoh dan taat yang lebih kental termanifestasikan dengan hanya sekedar mengeluarkan/menurunkan kebijakan tanpa adanya suatu kemampuan dan usaha yang baik untuk merumuskan dan mengatur sistem kerjauntuk terlaksananya kebijakan/keputusan tersebut.
Inilah yang menjadi salah satu permasalahan kita selama ini. Banyak sekali terdengar bagaimana banyak hasil kebijakan/keputusan dihasilkan tetapi tidak terlaksana dengan baik di lapangan. Ada gap yang sangat besar antara musyawarah dan realita lapangan. Fungsi manajemen dan kontrol implementasi inilah yang tidak ada selama ini. Seluruh orang lebih berperan sebagai pemikir dan pelaksana, tanpa ada kejelasan fokus pemikir dan manajernya, sehingga apa yang dibahas mempunyai efesiensi ketercapaian yang rendah kita diimplementasikan di lapangan.
Solusi yang paling tepat adalah menetapkan dan mengkader seorang manajer yang memang bertanggung jawab di luar pemimpin/mas’ul/qiyadahnya. dalam pelaksanaan agenda dan kebijakan yang telah dihasilkan. Karena dalam sistem organisasi yang baik, pemimpin dan manajer harus berbeda dan fokus ke fungsi masing2. Pemimpin harus memiliki kekuatan karakter, pengalaman, ketajaman visi serta mampu memberi arahan dan memimpin manusianya, sedang manajer harus punya kemampuan design system ekeftif dan controlling yang kuat dan efektif. Singkatnya pemimpin berperan di visi dan karakter, manajer berperan pada system dan controlling.
Bila fungsi manajemen (manajer) ini sudah ada di masing-masing struktur/wilayah mula dari level teratas hingga terbawah, Insya Allah efesiensi pencapaian dakwah akan semakin meningkat.
Kesimpulan
Litbang dan manajer adalah dua fungsi yang tidak berjalan dengan baik atau bahkan tidak ada dalam hampir seluruh struktur organisasi yang saya ikuti selama ini. Memang terkesan simple dengan dua bidang ini, tetapi apabila kedua fungsi ini tidak ada dan tidak berjalan dengan baik dalam sebuah organisasi, termasuk dakwah kampus, maka tidak akan ada pencapaian yang baik dari organisasi tersebut.
Mulailah untuk menetapkan fungsi litbang dan manajer di masing2 struktur wilayah, d luar mas’ul dan anggota pelaksananya selama ini. Litbang yang bukan hanya mengumpulkan data, tetapi juga menghasilkan suatu pemikiran dan kebijakan2 yang inovatif dan tepat sasaran hasil dari pengamatan dan penelitan yang tajam. Serta manajer yang bisa mengendalikan dan mengontrol pelaksanaan agenda dan program2 dengan baik.
“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur, mereka seakan-akan suatu bangunan yang tersusun kokoh..”
Wallahu 'Alam Bishshawab..
