Hati

Inilah suara melodi hatiku.. Yang kan selalu terbang ke langit yang tinggi.. Dan menjejakkan kaki di padang rumput yang luas..

Saturday, February 25, 2006

Release!


Di dalam agama ada konsep Taubat. Taubat adalah suatu kondisi kejiwaan di mana seorang memahami bahwa dia melakukan kesalahan, menyadarinya, menyesalinya, dan bertekad untuk berubah dan tidak mengulanginya.

Selama ini saya mencoba mempelajari dalam berbagai macam literatur, seperti apa taubat itu sebenarnya; konsepnya, metodenya dan caranya. Banyak penjelasan-penjelasan yang saya dapat, tapi sepertinya masih terlalu mengambang, atau mungkin tidak cocok dengan karakter diri saya yang lebih cenderung bergerak dengan landasan ilmiah baik secara konsep, metodologis, atau implementasinya.

Nah, baru-baru ini saya mendapat pelatihan tentang konsep Release Diri. Ketika pertama kali diajarkan tentang metode Release ini, saya langsung teringat film The Matrix Reload. Bagaimana Neo berubah menjadi The One. Bagaimana Agent Smith bisa menjadi virus bebas di dunia Matrix. Bagaimana The MAtrix selalu berubah menjadi release terbaru, dengan datangnya The One dalam setiap release sebelumnya. Film ini benar2 mengambil filosofi agama dan kenabian. Bahwa The One adalah seorang nabi/messiah yang bisa membawa perubahan bagi dunia..

Kembali ke masalah Release, metode ini ternyata digali dari ilmu psikologi manusia. Sama halnya dengan ilmu hipnotis. Dasar-dasar pemikiran dalam konsep Release ini antara lain:

- manusia adalah makhluk yang unik, yang diberi anugerah freedom of choice, kebebasan untuk memilih dan menentukan nasibnya sendiri.

- manusia terdiri dari unsur ruh, jiwa, jasad, dan pikiran

- dalam kehidupan sehari2, jiwa dan pikiran seseorang dipengaruhi oleh lingkungan dan informasi di sekitarnya.

Konsep Release ini benar2 dibentuk dari dasar-dasar psikologi. Dan konsep utamanya ialah dengan menggunakan teknik Sugesti.

Tahukah anda, bahwa apa yang anda pikirkan/imajinasikan itulah yang bakal menjadi kenyataan sesungguhnya di dunia? Di dalam Islam dijelaskan bahwa Allah berbuat sesuai dengan apa yang dipikirkan/dibayangkan hambaNya. Inilah salah satu akar pemahaman dari freedom of choice itu. Jadi mau seperti apa kita, itu semua tergantung dari apa yang kita pikirkan, kita pilih dan kita niatkan. Just simple!

Nah mengenai Release, ini semua tergantung dari kehendak kita sendiri. Kita mau tidak me-
release diri kita? Sama seperti halnya bila kamar kita sedang berserak (kacau), pilihannya ada pada diri kita, ingin me-release kamar kita sehingga berubah menjadi rapi, atau membiarkannya tetap berserak?

Jadi tahap awal dari metode Release ini ialah bagaimana kita menjadikan diri kita menjadi pemimpin dari diri kita sendiri. Coba ambil kendari diri kita oleh kita sendiri. Salah satu tekniknya coba sering2 ngobrol dengan diri sendiri di depan cermin. Ceramahin diri anda, omelin, marahin, nasihatin, seperti hanlnya anda sedang berkomunikasi dengan bawahan Anda.
Cobalah jadi pemimpin bagi diri Anda sendiri.

Setelah Anda bisa mengambil jarak dan menjadi pemimpin bagi diri Anda sendiri. Sekarang baru masuk ke tahap release.

Inti dari release ini adalah bagaimana kita mensugesti diri kita sendiri, atau menghipnotis diri, atau memprogram ulang diri kita. Tekniknya mengambil dasar ilmu sugesti dan hipnotis. Bagi Anda yang pernah menonton reality show tentang hipnotis, kita pasti heran, kenapa seseorang bisa dikendalikan oleh orang lain. Nah metode release ialah bagaimana kita bisa mengendalikan diri kita sendiri. Bagaimana kita bisa memimpin diri kita. Kita adalah pemimpin bagi diri kita.
Gambaran ringkasnya, dengan teknik ini kita mencoba untuk memprogram ulang (release) diri kita menjadi diri yang kita harapkan. Misalnya, bila selama ini ada sifat atau karakter buruk pada diri kita, coba kita release kemabli agar karakter buruk itu hilang, dengan cara mensugesti atau menghipnotis diri kita sendiri. Ada beberapa tekniknya, bisa dengan teknik sugesti balon gas, atau sugesti membakar kertas.

Dan secara psikologi, jiwa manusia memang bisa diubah dan dikendalikan. Ibaratnya sebuah tanah liat yang yang siap dibentuk oleh seorang seniman menjadi keramik yang sangat indah. Begitu juga dengan teknik release ini. Bayangkan anda adalah seniman itu, anda adalah pemimpin bagi diri anda, dan jiwa anda (alam bawah sadar anda) adalah tanah liat yang siap untuk anda bentuk dan ubah (release)

Hal-hal di atas adalah gambaran umumnya. Ada teknik2 khusus (SOP) nya yang harud dilakukan untuk melakukan Release Diri ini. Seperti harus diawali dengan stretching, deep breathing, dll.

Intinya, bahwa konsep Release ini adalah salah satu metode ilmiah Taubat yang selam ini coba saya cari2. Inilah metode ilmiahnya, yang digali dari ilmu psikologi dan kejiwaan manusia. Sejarah pernah menceritakan bagaimana orang bisa berubah, dengan datangnya hidayah. Seperti berubahnya Umar Bin Khattab, berubahnya Khalid Bin Walid, Sidharta Gautama, Umar Bin Abdul Aziz, Yusuf Islam, dll. Secara ilmiah, perubahan itu terjadi dalam jiwa alam sadar mereka,m bermula dari pikiran, kemudian pikiran mensugesti alam bawah sadar, dan turun ke hati (qolbu). Inilah yang namanya hidayah. Saya sampai saat ini sangat yakin bahwa ilmu Allah itu semua bisa diilmiahkan, terutama tentang hidayah ini.

Nah melalui tulisan ini, saya hanya ingin berbagi. Bahwa teknik Release ini adalah salah satu teknik alternatif bagi kita yang ingin merubah dan memperbaiki diri, bertaubat. Coba Release diri kita menjadi pribadi yang kita inginkan, pribadi yang lebih baik, tenang, shalih, berguna dan mencintai umat manusia, serta taat dan bertakwa kepada Sang Pencipta.

Bagi yang tertarik, bisa menghubungi saya via email: haldi_kudo@yahoo.com. Karena teknik2 mendetailnya tidak bisa saya tuliskan di sini. Karena terlalu banyak dan takut bias&terdistrosi kalo hanya melalui tulisan. Harus disampaikan dan diajarkan secara langsung.

Semoga metode ini berguna bagi diri kita yang terpanggil untuk merubah dan memperbaiki diri.

Let's change! Release ourself!

Wallahu Alam..

0 Comments:

Post a Comment

<< Home