Hati

Inilah suara melodi hatiku.. Yang kan selalu terbang ke langit yang tinggi.. Dan menjejakkan kaki di padang rumput yang luas..

Thursday, February 23, 2006

Karena Cinta

“.. for people who like helping people..”

Karena Cinta

“Karena Cinta”, istilah ini pertama kali terkenal ketika dinyanyikan oleh Joy di Indonesian Idol. Terlepas dari konotasinya yang agak “merah jambu”, aku ingin memandangnya dari sisi lain..


Dear Haldi.. my soul..

Beberapa lama ini aku mengalami beberapa persoalan yang sangat menyita pikiran dan emosi. Bisa juga dibilang juga masalah. Persoalan ini timbul karena sedikit banyak menguncang eksistensi dan kemapanan sikap dan pemahaman yang sudah kuyakini selama ini. Tapi itulah namanya kehidupan, setiap orang memiliki karakter dan latar belakang yang berbeda, sehingga berbeda pula sikap dan paradigmanya..

Untuk beberapa lama aku sempat tidak habis pikir, kenapa hal ini bisa terjadi. Pikiranku seakan tidak bisa memahaminya, bahkan kamu sendiri juga begitu, jiwaku.. Semakin mencoba untuk memahami, semakin jauh rasanya diri ini dari orang lain.

Tapi sekarang aku ingin mencoba metode jurus “tubuh halus”nya shiro, mencoba membaca energi orang lain, mengenalnya, memahaminya, sehingga bisa mengendalikannya dan mengalahkannya. Sebuah jurus yang secara batas kewajaran “ilmu kung fu” tidak akan mampu dikalahkan, kecuali oleh orang-orang yang sudah mampu melepaskan ketergantungan jiwanya dari jasadnya, dari materi dunia. Orang2 yang juga mempunyai kendali yang tinggi terhadap energi diri jiwanya.. yang sudah tidak takut kehilangan jasadnya.. tidak takut mati..
Kalo bahasa ilmu ESQ nya : empati



Manusia diciptakan sebagai makhluk sosial, begitu kata guruku ketika SD, SMP, dan SMA dulu. Makhluk yang tidak bisa hidup tanpa orang lain. Ketika itu (dan sampai kini) aku mencoba memahaminya dari sudur pandang lain: bahwa manusia membutuhkan manusia/pihak lain untuk hidup, untuk mengisi energi jiwanya.

Dan beberapa hari belakangan ini.. aku menemukan persoalan yang berhubungan dengan manusia itu semuanya. Bila coba disederhanakan dan disimpulkan, seluruh persoalan itu terkait dengan suatu keadaan ketika seorang manusia diharapkan bisa berbagi dengan manusia lain, atau pihak lain. Dan aku menghadapi banyak penyikapan reaktif terhadap itu semua

… Beberapa orang bertanya dalam dirinya..
kenapa aku harus berbagi?
kenapa aku harus memberi?
kenapa aku harus percaya?
kenapa aku harus menerima?
kenapa aku harus berbuat?
kenapa aku harus membantu?
kenapa aku harus menolong?
kenapa aku harus susah?
kenapa aku harus kehilangan?
kenapa aku harus berkorban?

Kira-kira itulah pertanyaan-pertanyaan, yang coba kubaca, yang timbul dari manusia-manusia di sekelilingku..
Aku coba merenunginya kembali.. mencoba memahami dan merasakannya.. mencoba menemukan jawabannya..

Tetapi ketika kucoba menemukannya dengan akal pikiran di otakku, rasanya semakin sakit saja rasanya kepala ini. Mungkin ukuran pertanyaan-pertanyaan itu terlalu besar dengan kapasitas memory & processor otakku.. Sehingga membuatnya nge-hang, karena sudah kehabisan ruang. Bit-bit pertanyaan itu seakan sudah tidak dapat tertampung lagi, sehingga sulit untuk mengolahnya..

Ketika kepala ini semakin sakit
kucoba mengalihkannya ke hati.. tempat bersarangnya jiwaku, ya kamu Haldi..
Aku tidak mau lagi mengolahnya dengan Arithmatic Logic Unit di otakku
Karena memang pertanyaan itu di luar nalar bila coba kucoba menjawabnya dengan otak

Dan mulailah aku mencoba menemukannya dengan hati..

Suatu ketika aku membaca sebuah email dari milis angkatanku
yang berisi pendapat cendikiawan-cendikiawan barat tentang Muhammad
Sebuah email yang dibuat untuk membungkam kartunis-kartunis barat yang bodoh dan dengki itu..
Berikut beberapa kutipan pendapat dari cendikiawan-cendikiawan dunia tersebut tentang Muhammad:

"Sejumlah besar sumber awal menunjukkan bahwa dia adalah seseorang yang jujur dan berbudi baik yang dihormati dan ditaati orang-orang yang sepertinya (jujur dan berbudi baik) (Vol. 12)"
ENCYCLOPEDIA BRITANNICA


Pernah saya bertanya-tanya siapakah tokoh yang paling mempengaruhi manusia... Saya lebih dari yakin bahwa bukan pedanglah yang memberikan kebesaran pada Islam pada masanya. Tapi ia datang dari kesederhanaan, kebersahajaan, kehati-hatian Muhammad; serta pengabdian luar biasa kepada teman dan pengikutnya, tekadnya, keberaniannya, serta keyakinannya pada Tuhan dan tugasnya. Semua ini (dan bukan pedang ) menyingkirkan segala halangan. Ketika saya menutup halaman terakhir volume 2 (biografi Muhammad), saya sedih karena tiada lagi cerita yang tersisa dari hidupnya yang agung.
MAHATMA GANDHI (Komentar mengenai karakter Muhammad di YOUNG INDIA)

Pilihan saya untuk menempatkan Muhammad pada urutan teratas mungkin mengejutkan semua pihak, tapi dialah satu-satunya orang yang sukses baik dalam tataran sekular maupun agama. (hal. 33). Lamar tine, seorang sejarawan terkemuka menyatakan bahwa: Jika keagungan sebuah tujuan, kecilnya fasilitas yang diberikan untuk mencapai tujuan tersebut, serta menakjubkannya hasil yang dicapai menjadi tolok ukur kejeniusan seorang manusia; siapakah yang berani membandingkan tokoh hebat manapun dalam sejarah modern dengan Muhammad? Tokoh-tokoh itu membangun pasukan, hukum dan kerajaan saja. Mereka hanyalah menciptakan kekuatan-kekuatan material yang hancur bahkan di depan mata mereka sendiri. Muhammad bergerak tidak hanya dengan tentara, hukum, kerajaan, rakyat dan dinasti, tapi jutaan manusia di dua per tiga wilayah dunia saat itu; lebih dari itu, ia telah merubah altar-altar pemujaan, sesembahan, agama, pikiran, kepercayaan serta jiwa... Kesabarannya dalam kemenangan dan ambisinya yang dipersembahkan untuk satu tujuan tanpa sama sekali berhasrat membangun kekuasaan, sembahyang-sembahyangnya, dialognya dengan Tuhan, kematiannnya dan kemenangan-kemenangan (umatnya) setelah kematiannya; semuanya membawa keyakinan umatnya hingga ia memiliki kekuatan untuk mengembalikan sebuah dogma. Dogma yang mengajarkan ketunggalan dan kegaiban (immateriality) Tuhan yang mengajarkan siapa sesungguhnya Tuhan. Dia singkirkan tuhan palsu dengan kekuatan dan mengenalkan tuhan yang sesungguhnya dengan kebijakan. Seorang filsuf yang juga seorang orator, apostle (hawariyyun, 12 orang pengikut Yesus-pen.), prajurit, ahli hukum, penakluk ide, pegembali dogma-dogma rasional dari sebuah ajaran tanpa pengidolaan, pendiri 20 kerajaan di bumi dan satu kerajaan spiritual, ialah Muhammad. Dari semua standar bagaimana kehebatan seorang manusia diukur, mungkin kita patut bertanya: adakah orang yang lebih agung dari dia?"
MICHAEL H. HART (THE 100: A RANKING OF THE MOST INFLUENTIAL PERSONS INHISTORY, New York, 1978)

Itulah pendapat-pendapat tentang Muhammad. Aku mencoba meresapinya.. Apa sebenarnya kekuatan inti dan kebesaran seorang Muhammad?

Setelah itu aku mencoba menyelami pribadi manusia-manusia lain.. ada tokoh, pemimpin, pahlawan, bahkan teman-teman yang kukagumi..
Ada juga beberapa tokoh dan pahlawan fiktif yang selama ini cukup kukagumi..
Apa kira-kira yang menggerakkan kehidupan mereka?
Apa yang menyebabkan mereka memiliki energi yang begitu melimpah? ..dan begitu murni..?

Dan sesaat kemudian terlintas dalam benakku potongan-potongan memori masa kecilku
Kehidupanku dengan ayah ibuku, bibiku, pamanku, kakek nenekku.. beberapa dari mereka sudah meninggal sekarang..

Aku mencoba menemukan kesamaan dari mereka semua..

Dan ketika tanpa sengaja mendengar lagu ini, akhirnya aku menemukan jawabannya: Karena Cinta…

Yah.. itulah jawabannya wahai jiwaku..
Itulah jawaban pertanyaan-pertanyaan yang selama ini memenuhi kepalamu itu
Dan yang tidak bisa kau pecahkan dengan otakmu
Coba tanya ke hatimu..

Jawabannya memang hanya Karena Cinta..

Kepada sahabat-sahabatku yang sedang berada dalam kegamangan
Kepada teman-temanku yang sedang berada dalam keraguan
Kepada mereka yang sedang bertanya-tanya:
kenapa aku harus berbagi?
kenapa aku harus memberi?
kenapa aku harus percaya?
kenapa aku harus menerima?
kenapa aku harus berbuat?
kenapa aku harus membantu?
kenapa aku harus menolong?
kenapa aku harus susah?
kenapa aku harus kehilangan?
kenapa aku harus berkorban?

Aku hanya bisa memberi jawaban: Karena Cinta

Bagiku hanya Karena Cinta pertanyaan-pertanyaan itu bisa kujawab
Tak peduli apapun, siapapu, bagaimanapun.. hanya Karena Cinta..
Karena cintaku yang sebesar-besarnya kepada Tuhanku dan nabiku
Karena cintaku kepada agamaku
Karena cintaku kepada ayah ibukuku
Karena cintaku kepada bangsaku
Karena cintaku kepada tanah airku
Karena cintaku kepada rakyatku
Karena cintaku kepada saudara-saudaraku
Karena cintaku kepada sahabat-sahabatku
Karena cintaku kepada teman-temanku

Dan karena inginnya kumelihat senyum kebahagiaan mereka semua..

Karena itulah aku mau berbagi
aku mau memberi
aku mau percaya
aku mau menerima
aku mau berbuat
aku mau membantu
aku mau menolong
aku mau susah
aku mau kehilangan
aku mau berkorban

hanya karena cinta
hanya karena ingin melihat dan menerima senyum kebahagaiaan dan kerihoan mereka

kalau sudah hanya karena cinta
apalagi di dunia ini yang dapat menggantkannya.. ?

Dan hanya cintalah yang bisa mengobarkan energi yang begitu dahsyat, murni, dan tulus..
Tiada lagi yang bisa..

Dan bila suatu saat nanti aku ditanya, atau juga ketika diriku bertanya, “kenapa aku melakukannya?”
Aku hanya akan menjawab: karena cinta.. untuk Tuhanku, nabiku, agamaku, orang tuaku, bangsaku, saudaraku, sahabatku, temanku..

Dan itu semua sudah cukup, tidak kurang, tidak lebih.. tidak peduli apapun dan bagaimanapun selainnya..
Itulah aku..

Dan kamu.. bagaimana dengan kamu?

my room, thursday, 23 february, 11:30 am..

0 Comments:

Post a Comment

<< Home