Hati

Inilah suara melodi hatiku.. Yang kan selalu terbang ke langit yang tinggi.. Dan menjejakkan kaki di padang rumput yang luas..

Saturday, August 05, 2006

Yusuf 'Alaihissalam

Bismillahirrahmaanirrahim

Sudah lama tidak membuat tulisan. Dan barusan entah kenapa teringat sebuah dialog yang sangat mengesankan dengan seorang sahabat ketika i'tikaf di salman Ramadhan yang lalu. Ketika itu sudah sangat lama tidak bertemu dengannya.

Dan diskusi pun dimulai. Mulai dari menanyakan kabar masing2, membahas perkembangan dakwah kampus, hingga sampai membahas tentang kisah Nabi Yusuf Alaihissalam.

Kenapa sampai bisa membahas kisah Nabi Yusuf?

Sebenarnya sebelum saya hampiri, saat itu dia sedang membaca sebuah buku. Ternyata buku itu sebuah ulasan tentang kisah perjalanan hidup Nabi Yusuf. Lebih tepatnya lagi sebuah pelajaran bagaimana mengatasi permasalahan hidup dari ibroh kehidupan nabi Yusuf.
Seperti yang kita ketahui, Yusuf adalah salah seorang nabi yang memiliki permasalahan hidup sangat kompleks sejak masa kecilnya. Dan ternyata Allah telah mentakdirkannya sebagai seorang manusia yang memiliki kisah hidup yang sangat dinamis, kompleks, dan berat. Mulai sejak dia bermimpi melihat sebelas bintang, matahari dan bulan bersujud kepadanya, hingga keluarganya berkumpul kembali di Mesir dan bersujud kepadanya. Di antara keduanya banyak kisah2 menarik yang bisa menjadi pelajaran hidup.

Terus terang saya sangat tertarik dengan bukunya ketika itu. Sayangnya saya sudah lupa judulnya dan sampai sekarang masih belum menemukan bukunya.
Dan memori itu muncul kembali di pikiran saya. Ketertarikan dan rasa penasaran terhadap buku itu kembali menghampiri. Tapi apa daya, diri ini tak tahu bisa mendapatkannya di mana.
Daripada tidak sama sekali, saya putuskan untuk 'mengkaji' sendiri dengan bantuan terjemahan surat Yusuf. Tadabbur ini hanya sebuah 'renungan' dari seorang Haldi, yang notabene hanyalah seorang manusia biasa yang bodoh dan penuh keterbatasan. Jadi harap maklum dengan segala kekurangannya :)

Mari kita mulai dari surat QS. Yusuf ayat 3.

"Kami menceritakan kepadamu (Muhammad) kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al-Qur'an ini kepadamu, dan sesungguhnya engkau sebelum ini termasuk orang yang tidak mengetahui"

Melalui ayat ini, Allah ingin menjelaskan kepada kita bahwa kisah Yusuf (yang akan dipaparkan pada ayat-ayat selanjutnya) termasuk salah satu kisah paling baik dalam sejarah ummat manusia. Sehingga diharapkan orang-orang beriman bisa mengambil pelajaran darinya. Kalo Allah saja sudah menegaskan demikian di awal surat Yusuf ini, apalagi yang meragukan kita bahwa kisah Yusuf memiliki nilai-nilai kehidupan yang sangat tinggi.

Seingat saya, kata teman saya itu, buku itu mengupas bagaimana Nabi Yusuf bersikap terhadap permasalahan dan cobaan yang dialaminya. Jadi pembahasan kita nanti lebih banyak menganalisis sikap-sikap nabi Yusuf terhadap takdir hidupnya.

Kisah ini dimulai dari QS. Yusuf ayat 4-6:

"(Ingatlah), ketika Yusuf berkata kepada ayahnya, "Wahai Ayahku! Sungguh, aku (bermimpi) melihat sebelas bintang, matahari dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku. Dia (ayahnya) berkata, "Wahai anakku! Janganlah engkau ceritakan mimpimu kepada saudara-saudaramu, mereka akan membuat tipu daya (untuk membinasakan) mu. Sungguh, setan itu musuh yang jelas bagi manusia." Dan demikianlah Tuhan memilih engkau (untuk menjadi Nabi) dan mengajarkan kepadamu sebagian takwil mimpi dan menyempurnakan (nikmat-Nya) kepadamu dan kepada keluarga Yakub, sebagaimana Dia telah menyempurnakan nikmat-Nya kepada kedua orang kakekmu sebelum itu, (yaitu) Ibrahim dan Ishak. Sungguh, Tuhanmu Maha Mengetahui, Maha Bijaksana."

Dari ayat di atas, ada beberapa hal yang bisa kita pelajari:

1. Yusuf diberi sebuah visi masa depan oleh Allah berupa sujudnya sebelas, matahari, dan bulan. Ini adalah bekal kemampuan pertama yang dipersiapkan Allah kepada nabi-Nya. Bekal yang menandakan Yusuf seorang pemimpin masa depan. Karena seorang pemimpinbesar adalah seorang yang mempunyai pandangan (visi) yang jauh ke depan.

2. Ternyata Yusuf tidak disukai oleh saudara-saudaranya yang lain. Sehingga dalam setiap kesempatan saudaranya selalu ingin mencelakai Yusuf.

3. Yusuf menjadikan ayahnya sebagai tempat bertanya, tempat curhat, berkomunikasi,
berdialog, dan meminta pendapat. Inilah kemampuan manajemen diri pertama yang diberikan Allah kepada Yusuf. Mau mengkomunikasikan permasalahan yang tidak begitu dipahaminya kepada orang yang dicintainya dan dihormatinya, ayahnya sendiri. Kemampuan ini tidak main-main. Karena bila seseorang mampu mengkomunikasikan ide & perasaannya, jiwanya akan relatif lebih tenang dan dia akan mampu membangun sebuah hubungan interpersonal yang baik dengan orang lain, terutama orang-orang terdekatnya. Ini softskill yang mutlak harus dimiliki seorang nabi dan pemimpin besar.

4. Kemampuan menguasai takwil mimpi yang diberikan Allah kepada Yusuf, bisa juga kita ibarat kemampuan bashirah yang sangat baik. Dalam pemahaman saya bashirah itu analisis yang jernih dan mendalam, yang dibangun dari kejernihan pikiran dan hati. Ini juga kemampuan mutlak yang harus dimiliki seorang pemimpin besar.

5. Di akhir ayat Allah memberitahukan bahwa kenabian dan kelebihan yang dimiliki Yusuf adalah nikmat Allah yang harus senantiasa disyukuri. Ini untuk membentuk karakter mental kejiwaan seorang Yusuf. Bahwa seorang Nabi harus senantiasa bersyukur Kepada Allah. Penegasan bahwa Tuhanmu Maha Mengetahui, Maha Bijaksana adalah penekanan Allah agar senantiasa tawadhu, zikir dan tafakkur akan kemaha bijaksanaan Allah. Sehingga lengkaplah sudah penyiapan karakter seorang Yusuf: visioner, komunikatif, memiliki bashirah yang kuat, dan ruhiyah yang senantiasa bersyukur, tawadhu, zikir kepada Allah.

Petualangan I (Dimasukkan ke Sumur)

"Maka ketika mereka membawanya dan sepakat memasukkan ke dasar sumur, Kami wahyukan kepadanya, "Engkau kelak pasti akan menceritakan perbuatan ini kepada mereka, sedang mereka tidak menyadari." (QS Yusuf:15)

Cobaan ini adalah petualangan pertama yang diskenariokan Allah kepada Yusuf, untuk membentuk kematangan karakter dirinya. Di sini Allah memberkan bashirah lagi kepada Yusuf bahwa dia kelak akan menceritakan peristiwa ini kembali kepada saudaranya.
Di sini kita bisa mengambil pelajaran bahwa ketika menghadapi sebuah permasalahan dan ujian hidup, kita harus mampu memandang jauh ke depan. Sehingga kita mampu merumuskan langkah-langkah solutif dengan penuh kesabaran dan optimis. Inilah karakter yang harus dimiliki oleh orang-orang beriman.

Coba bayangkan, bagaimana kalo seandainya kita dimasukkan ke sumur berhari-hari. Bisa stress dan gila kali ya :). Jadi ingat film The Ring. Hantu Shodakko kan muncul gara-gara dimasukin ke sumur sama orang tuannya :D.

Nah, di sinilah mungkin salah satu ibroh skenario Allah dengan menguji Yusuf masuk ke sumur. Untuk membentuk mental yang kuat, matang, mandiri, dewasa, sabar, dan optimis. Kekuatan dan kedewasaan mental yang akan menjadi modal bagi petualangan Yusuf berikutnya.
Mungkin skenario Allah dengan "memasukkan" saya ke ITB selama bertahun-tahun sama ibrohnya dengan dimasukkannya Yusuf ke sumur tersebut ya. Semoga :D

Petualangan II (Menjadi Budak Dagangan)

"Dan datanglah sekelompok musafir, mereka menyuruh seorang pengambil air. Lalu dia menurunkan timbanya. Dia berkata. "Oh, senangnya, ini ada seorang anak muda!" Kemudian mereka menyembunyikannya sebagai barang dagangan. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan. Dan mereka menjualnya (Yusuf) dengan harga rendah, yaitu beberapa dirham saja, sebab mereka tidak tertarik kepadanya." (QS. Yusuf: 19-20)

Petualangan Yusuf berikutnya adalah dijadikan dagangan budak. Seorang Yusuf yang awalnya berasal dari keluarga terhormat (keluarga Ya'qub) saat ini didagangkan sebagai budak di pasar dengan harga yang murah.

Kira2 apa ibroh dari skenario Allah ini? Ini adalah suatu pembelajaran hidup untuk membentuk mental rendah hati. Bahwa Yusuf tidak beda denga manusia lain, bahkan mungkin lebih rendah martabatnya di sisi manusia lain. Karakter rendah hati dan merasa diri sebagai 'wong cilik' ini juga sangat penting bagi seorang calon pemimpin besar. Agar kelak dia selalu berpihak dengan adil kepada rakyatnya dan membela hak-hak 'wong cilik'. Yusuf berhasil melewati tempaan mental ini karena sebelumnya sudah ditempa ketika di dalam subur. Jadi ibaratnya, takdir menjadi budak yang murah ini sebagai pelengkap tarbiyah mental dari Allah kepada Yusuf. Bahwa kita harus senantiasa membumi, memanusia, merakyat, dan rendah hati, dengan tetap menjaga izzah dan harga diri.

Petualangan III (Menjadi Anak Angkat Pembesar Mesir)

"Dan orang dari Mesir yang membelinya berkata kepada isterinya, "Berikanlah kepadanya tempat (dan layanan) yang baik, mudah-mudahan dia bermanfaat bagi kita atau kita pungut dia sebagai anak." dan Demikianlah kami memberikan kedudukan yang baik kepada Yusuf di negeri (Mesir), dan agar Kami ajarkan kepadanya takwil mimpi. Dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengerti. Dan ketika dia telah tumbuh cukup dewasa kami berikan kepadanya kekuasaan dan ilmu. Demikianlah kami memberikan balasan kepada orang yang berbuat baik." (QS. Yusuf: 21-22)

Setelah ujian penggemblengan mental, Allah kemudian mentakdirkan Yusuf untuk mengalami mobilitas vertikal dalam kehidupannya. Yusuf menjadi anak angkat seorang pembesar Mesir. Ketika masuk ke keluarga pembesar ini, karakter kedewasaan, kemandirian, kesabaran, dan tawadhu' Yusuf sudah terbangun. Sehingga naiknya status sosialnya menjadi anggota keluarga pembesar Mesir tidak akan membuatnya besar kepala dan disorientasi. Tapi sebagai sebuah peluang untuk menjadi pembesar Mesir.

Ibroh yang coba saya ambil:

1. Pentingnya kekuatan mental, karakter, dan akhlak sebellum kita melakukan mobilitas vertikal sosial dalam kehidupan masyarakat

2. Kita harus mampu menjalin hubungan komunikasi dan silaturrahim dengan para tokoh, pembesar, dan penguasa yang adil dan bujaksana untuk memperbesar peluang kontribusi sosial kita. Kedekatan kita kepada tokoh/penguasa memperbesar kemungkinan kita untuk menjadi seorang pemimpin pula di masa depan. Bukankah seorang teman dan lingkungan pergaulan akan berpengaruh terhadap kepribadian dan karakter kita kelak? Karena itu, untuk pemimpin yang zhalim, kita harus senantiasa beramar ma'ruf nahi mungkar kepadanya.

3. "Dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengerti". Ini adalah statement dari Allah akan kemaha besaran kekuasan-Nya terhadap takdir dan urusan hidup manusia. dan seringkali manusia tidak pernah memahami dan mengambil ibroh darinya. Allah ingin menegaskan bahwa seluruh skenario kehidupan manusia pasti mengandung kebaikan dan pembelajaran di dalamnya. Tinggal manusia yang harus berusaha untuk menemukannya dan mengambil pelajaran darinya. Apabila manusia mampu mengambil hikmah dan pelajaran hidup darinya, niscaya mereka akan menjadi seorang pribadi yang unggul.

4. Bagi orang-orang yang sabar dan senantiasa berbuat baik, pasti Allah akan memberikan kekuasaan dan ilmu kepadanya. Jadi senantiasa bersabarlah atas segala ujian kehidupan yang Allah berikan kepada kita, ambil pelajaran darinya, senantiasa berbuat baik, dan bertakwalah kepada Allah. Karena Allah tidak akan pernah menyalahi janjinya untuk memberikan kekuasaan dan ilmu kepada orang-orang yang berbuat baik.

Petualangan IV (Godaan Wanita Bangsawan)

"Dan perempuan yang dia (Yusuf) tinggal di rumahnya menggoda dirinya. Dan dia menutup pintu-pintu, lalu berkata, "Marilah mendekat kepadaku." Yusuf berkata, "Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku telah memperlakukan aku dengan baik. "Sesungguhnya orang yang zhalim itu tidak akan beruntung. Dan sungguh, perempuan itu telah berkehendak kepadanya (Yusuf). dan Yusuf pun berkendak kepadanya, sekiranya dia tidak melihat tanda dari Tuhannya. Demikianlah, Kami palingkan darinya keburukan dan kekejian. Sungguh, dia (Yusuf) termasuk hamba kami yang terpilih. Dan keduanya berlomba menuju pintu dan perempuan itu menarik baju gamisnya (Yusuf) dari belakang hingga koyak dan keduanya mendapati suami perempuan itu di depan pintu. Dia (perempuan) itu berkata, "Apakah balasan terhadap orang yang bermaksud buruk terhadap isterimu, selain dipenjarakan atau (dihukum) dengan siksa yang pedih? Dia (Yusuf) berkata, "dia yang menggodakau dan merayu diriku." Seorang saksi dari keluarga perempuan itu memberi kesaksian, "Jika baju gamisnya koyak di bagian depan, maka perempuan itu benar, dan dia (Yusuf) termasuk orangyang dusta. Dan jika baju gamisnya koyak di bagian depan,maka perempuan itulah yang dusta, dan dia (Yusuf) termasuk orang yang benar. Maka ketika dia (suami permepuan itu) melihat baju gamisnya (Yusuf) koyak di bagian belakang, dia berkata (kepada isterinya), "Sesungguhnya ini adalah tipu dayamu. Tipu dayamu benar-benar hebat. Wahai Yusuf! lupakanlah ini ini, da (istriku) mohonlah ampunan atas dosamu, karena engkau termasuk orang yang bersalah." (Qs, Yusuf: 23-29)

Ini adalah cobaan berikut yang sangat berat, terutama untuk kaum pria: Godaan dan rayuan wanita bangsawan!

Melalui kisah ini Allah ingin memberikan pembelajaran kepada kita:

1. Seorang Yusuf yang memiliki wajah paling tampan dan dirayu oleh seorang wanita cantik bangsawan ternyata tidak tergoda untuk mengikuti hawa nafsunya. Dan dia mampu melawannya. Ketampanan wajah Yusuf tidak menjadikannya sebagai pengobral wajah dan penggoda wanita. Hal inilah yang harus diteladani oleh generasi muda sekarang. Banyak pemuda-pemudi yang dikaruniai Allah wajah yang tampan dan cantik, ternyata malah terjerumu kepada kehidupan riya, jual wajah, jual tubuh, dan obral hawa nafsu. Ternyata wajah yang tampan dancantik itu malah menjadi kerugian bagi mereka, karena menyebabkan mereka terjerumus kepada kehidupan dan gaa hidup hedonisme dan materialisme. Banyak orang yang terjebak dan tertipu dengan ketampanan dan kecantikan wajahnya, sehingga mengakibatkan butanya mata hatinya akan agama Allah dan kehidupan akhirat.

2. Seorang Yusuf saja, manusia paling tampan yang diciptakan Allah, mampu menjaga nafsunya, akhlaknya, kehormatannya, dan berserah diri sepenuhnya kepada Allah, Rabbnya. Bagaimana dengan kita yang baru diberi ketampanan/kecantikan sedikit saja sudahterjerumus ke dalam godaan hawa nafsu dan kehidupan materialisme?

3. Yusuf diciptakan Allah sebagai role-model bagi manusia, bahwa manusia yang paling tampan di dunia dan yang pernah mendapat godaan dari wanita bangsawan saja mampu mengendalikan hawa nafsunya, rendah hati dan bertakwa kepada Allah. Sehingga tidak ada lagi alasan kepada orang-orang yang baru tampan/cantik sedikit saja untuk sombong, mengumbar nafsu, riya, dan bermaksiat kepada Allah. Na'udzubillah min dzaalik..

4. Yusuf senantiasa kembali, tunduk patuh, dan berserah diri kepada Allah dalam situasi dan kondisi apapun. Ini menunujukkan kekuatan ruhiyah, iman, dan mental yang sangat kokoh.

5. Hadits Rasulullah menyebutkan bahwa salah satu kriteria orang yang mendapat perlindungan di akhirat kelak ialah seseorang sesorang yang mampu menolak ajakan zina dari seorang wanita bangsawan.

Petualangan V (Memilih Untuk Masuk Penjara)

"Yusuf berkata, "Wahai Tuhanku! Penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka. Jika aku tidak Engkau hindarkan dari tipu daya mereka., niscaya aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka dan tentu aku termasuk orang yang bodoh. MakaTuhan memperkenankan doa Yusuf, dan Dia menghindarkan Yusuf dari tipu daya mereka. Dialah yang Maha Mendengar Maha Mengetahui. Kemudian timbul di pikiran mereka setelah melihat tanda-tanda bahwa mereka harus memenjarakannya sampai waktu tertentu." (QS. 33-35)

Ini adalah petualangan Yusuf berikutnya, masuk ke dalam penjara. Masuknya Yusuf ke penjara ini bukan karena kasus pertama, tetapi setelah Yusuf diperlihatkan ke wanita-wanita Mesir sampai mereka tanpa sadar melukai tangannya sendiri ketika melihat Yusuf (bisa dilhat di ayat 31-32).

Ibroh:

1. Yusuf lebih memilih untuk dipenjara daripada mengikuti kemauan wanita-wanita Mesir. Sebuah keputusan yang didasarkan kamatangan mental yang luar biasa, karena ketakutannya kepada Allah

2. Yusuf benar-benar terhindar dari nafsu duniawai.

3. Yusuf memiki bashirah, bahwa penjara adalah tempatnya yang terbaik dengan kondisi saat itu.

Petualangan VI (Mentakwilkan Mimpi dan Berdakawah di Penjara)

QS. Yusuf: 36-50 (panjang euy ayatnya, diliat sendiri aja ya :) )

Ibroh:

1. Yusuf selalu berdakwah ilallah di manapun ia berada. Bahkan di dalam penjara.

2. Yusuf menggunakan kemampuan takwil mimpinya dalam strategi . Karena kedua orang teman penjaranya itu memang membutuhkan penjelasan akan mimpi yang mereka alami. Ini memberikan pelajaran kepada kita, bahwa dakwah itu harus sesuai dengan karakter, bahasa, dan kebutuhan mad'u. Sebelum berdakwah, kita harus melayani terlebih dahulu mad'u kita akan kebutuhan mereka.

3. Pentingnya Networking! Yusuf bisa bebas dari penjara karena rekomendasi salah satu temannya itu kepada raja, bahwa Yusuf orang yang bisa mentakwilkan mimpi dan sangat dipercaya. Networking ini suatu keharusan dalam hidup: berdakwah, berbisnis, bermasyarakat, berpolitik, dll. Inilah prasyarat berikutnya bagi seorang calon pemimpin besar: Komunikasi dan Networking!

Petualangan VII (Takwil Mimpi Raja)

"Dia (Yusuf) berkata, agar kamu bercocok tanam tujuh tahun (berturut-turut) sebagaimana biasa; kemudian apa yang kau tuai hendaklah kamu biarkan di tangkainya kecuali sedikit untuk kamu makan. Kemudian setelah itu akan datang tujuh tahun yang sangat sulit, yang menghabiskan aa yang kamu simpan untuk menghadapinya (tahun sulit), kecuali sedikit dari apa(bibit gandum) yang kamu simpan. Setelah itu akan datang ythun, di mana manusia diberi hujan (dengan cukup) dan pada masa itu mereka memeras (anggur)." (QS. Yusuf: 47-49)

Ibroh:

1. Yusuf dengan pembelajaran yang dialaminya sebelumnya, telah memberikan sebuah analisis dan saran yang sangat tepat kepada raja (penguasa). Seorang pemimpin harus bisa berindak dan bersikap dengan visi yang jauh ke depan dan analisis kondisi yang akurat. Sehingga keputusan dan kebijakannya tepat sasaran. Kecerdasan dan kemampuan inilah yang harus dimiliki setiap orang yang bercita-cita untuk menjadi pemimpin!

2. Saran yang diberikan Yusuf melingkupi pertimbangan kesejahteraan seluruh rakyat Mesir. Bukan hanya raja atau kerajaan saja. Inilah karakter negarawan yang sudah terbagun di diri Yusuf. Karakter yang tertempa sejak ia dimasukkan ke sumur dan menjadi budak dagangan.

Petualangan VIII (Menawaran Diri Untuk Menjadi Bendahara Negara)

"Dan Raja berkata, "Bawalah dia (Yusuf) kepadaku, agar aku memilih dia (sebagai orang yang dekat) kepadaku." Ketika dia (raja) telah bercakap-cakap dengan dia, dia (raja) berkata, "Sesungguhnya amu mulai hari ini menjadi seorang yang berkedudukan tinggi di lingkungan kami dan dipercaya. Dia (Yusuf) berkata, "Jadikanlah aku bendaharawan negeri Mesir; karena sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga dan berpengetahuan." Dan demikianlah Kami memberi kedudukan kepada Yusuf di negeri ini (Mesir), untuk tinggal di mana saja yang dia kehendaki. Kami melimpahkan rahmat kepada siapa yang kami kehendaki dan kai tidak menyia-nyiakan pahala orang yang berbuat baik. Dan sungguh, pahala akhirat itu lebih baik bai orang-orang yang beriman dan bertakwa. (QS. Yusuf: 54-56)

Ibroh:

1. Untuk bisa menjadi pemimpin, kita harus memiliki prestasi dulu sebelumnya, prestasi kontributif bagi orang lain.

2. Networking dan kepercayaan dari orang lain (penguasa) menjadi jalan bagi kita untuk bisa menjadi pemimpin bagi masyarakat.

3. Sikap proaktif dan kepercayaan diri yang tinggi adalah sikap yang sangat dibutuhkan bagi setiap (calon) pemimpin negeri ini. Orang-orang yang memang memiliki kemampuan/kompetensi diri yang tinggi dan amanah harus bisa proaktif untuk menjadi pemimpin tanpa harus haus kekuasaan. Proatif berbeda dengan haus kekuasaan. Karena proaktif itu berjiwa kontribusi dan pengorbanan, bukan nafsu kekuasaan.

Petualangan IX (Kedatangan Saudaranya dari Mesir)

QS. Yusuf: 59-88

Ayat tersebut mengisahkan ketika saudara2 Yusuf (yang dulu memasukkannya ke sumur) datang ke Mesir untuk mencari bantuan pangan. Di sinilah Yusuf bersikap dewasa, arif, sekaligus cerdik dengan membuat skenario agar saudara laki-lakinya yang lain (Bunyamin) dan kedua orang tuanya bisa datang ke Mesir. Yusuf mampu mengendalikan emsinya dan tetap berpikir jernih sehingga ia bisa membuat skenario kedatangan saudara laki-lakinya dan kedua orang tuanya tersebut.

Petualangan X (Berkumpulnya kembali seluruh keluarga Yusuf)

"Dia (Yusuf) berkata, "Pada hari ini tidak ada cercaan terhadap kamu, mudah-mudahan Allah mengampuni kamu. Dan Dia Maha Penyayang di antara penyayang." (QS. Yusuf: 92)

"Dan dia menaikkan kedua orang tuanya ke singgasana. Dan mereka semua (saudara-saudaranya) tunduk bersujud kepadanya (Yusuf). Dan dia (Yusuf) berkata, "Wahai ayahku, inilah takwil mimpiku yang dahulu itu. dan sesungguhnya Tuhanku telah menjadikannya kenyataan. Sesungguhnya Tuhanku telah berbuat baik kepadaku. Ketika dia membebaskan aku dari penjara dan ketika membawa kamu dari dusun, setelah setan merusak (hubungan) antara aku dan saudara-saudaraku. Sungguh Tuhanku maha lembut terhadap apa yang dia kehendaki. Sungguh, Dia Yang Maha Mengetahui" (QS. Yusuf: 100)

Betapa luar biasanya kebesaran jiwa seorang Yusuf...

......

Demikianlah sebagian kisah perjalanan hidup Nabi Yusuf Alaihissalam. Sebuah kisah yang sangat komlpleks dan mengandung ibroh terhada semua pembelajaran kehidupan manusia. Mulai dari sabar aka cobaan, mengambil hikmah, yakin akan pertolongan Allah, rendah hati, mampu menahan godaan hawan nafsu wanita, ketakutan kepada Allah, kemampuan bashirah, visi, dan analisis yang luar biasa, karakter kenegarawan, dan sikap berlapang dada dan memaafkan.

Sesungguhnya Allah telah membuat skenario kehidupan para nabi untuk menjadi pelajaran bagi ummat manusia.

Dan kisah perjalanan hidup Nabi Yusuf beserta contoh sikap dan karakter beliau sangat mirip dengan kehidupa kita sekarang (terutama saya). Mudah-mudahan kita bisa mengambil pelajaran dari kisah perjalanan hidup yang luar biasa ini. Insya Allah...

Wallahu a'lam bishshawab

Oh iya, teman saya itu namanya Teguh Prasetya FT 98 :)

Saturday, February 25, 2006

Release!


Di dalam agama ada konsep Taubat. Taubat adalah suatu kondisi kejiwaan di mana seorang memahami bahwa dia melakukan kesalahan, menyadarinya, menyesalinya, dan bertekad untuk berubah dan tidak mengulanginya.

Selama ini saya mencoba mempelajari dalam berbagai macam literatur, seperti apa taubat itu sebenarnya; konsepnya, metodenya dan caranya. Banyak penjelasan-penjelasan yang saya dapat, tapi sepertinya masih terlalu mengambang, atau mungkin tidak cocok dengan karakter diri saya yang lebih cenderung bergerak dengan landasan ilmiah baik secara konsep, metodologis, atau implementasinya.

Nah, baru-baru ini saya mendapat pelatihan tentang konsep Release Diri. Ketika pertama kali diajarkan tentang metode Release ini, saya langsung teringat film The Matrix Reload. Bagaimana Neo berubah menjadi The One. Bagaimana Agent Smith bisa menjadi virus bebas di dunia Matrix. Bagaimana The MAtrix selalu berubah menjadi release terbaru, dengan datangnya The One dalam setiap release sebelumnya. Film ini benar2 mengambil filosofi agama dan kenabian. Bahwa The One adalah seorang nabi/messiah yang bisa membawa perubahan bagi dunia..

Kembali ke masalah Release, metode ini ternyata digali dari ilmu psikologi manusia. Sama halnya dengan ilmu hipnotis. Dasar-dasar pemikiran dalam konsep Release ini antara lain:

- manusia adalah makhluk yang unik, yang diberi anugerah freedom of choice, kebebasan untuk memilih dan menentukan nasibnya sendiri.

- manusia terdiri dari unsur ruh, jiwa, jasad, dan pikiran

- dalam kehidupan sehari2, jiwa dan pikiran seseorang dipengaruhi oleh lingkungan dan informasi di sekitarnya.

Konsep Release ini benar2 dibentuk dari dasar-dasar psikologi. Dan konsep utamanya ialah dengan menggunakan teknik Sugesti.

Tahukah anda, bahwa apa yang anda pikirkan/imajinasikan itulah yang bakal menjadi kenyataan sesungguhnya di dunia? Di dalam Islam dijelaskan bahwa Allah berbuat sesuai dengan apa yang dipikirkan/dibayangkan hambaNya. Inilah salah satu akar pemahaman dari freedom of choice itu. Jadi mau seperti apa kita, itu semua tergantung dari apa yang kita pikirkan, kita pilih dan kita niatkan. Just simple!

Nah mengenai Release, ini semua tergantung dari kehendak kita sendiri. Kita mau tidak me-
release diri kita? Sama seperti halnya bila kamar kita sedang berserak (kacau), pilihannya ada pada diri kita, ingin me-release kamar kita sehingga berubah menjadi rapi, atau membiarkannya tetap berserak?

Jadi tahap awal dari metode Release ini ialah bagaimana kita menjadikan diri kita menjadi pemimpin dari diri kita sendiri. Coba ambil kendari diri kita oleh kita sendiri. Salah satu tekniknya coba sering2 ngobrol dengan diri sendiri di depan cermin. Ceramahin diri anda, omelin, marahin, nasihatin, seperti hanlnya anda sedang berkomunikasi dengan bawahan Anda.
Cobalah jadi pemimpin bagi diri Anda sendiri.

Setelah Anda bisa mengambil jarak dan menjadi pemimpin bagi diri Anda sendiri. Sekarang baru masuk ke tahap release.

Inti dari release ini adalah bagaimana kita mensugesti diri kita sendiri, atau menghipnotis diri, atau memprogram ulang diri kita. Tekniknya mengambil dasar ilmu sugesti dan hipnotis. Bagi Anda yang pernah menonton reality show tentang hipnotis, kita pasti heran, kenapa seseorang bisa dikendalikan oleh orang lain. Nah metode release ialah bagaimana kita bisa mengendalikan diri kita sendiri. Bagaimana kita bisa memimpin diri kita. Kita adalah pemimpin bagi diri kita.
Gambaran ringkasnya, dengan teknik ini kita mencoba untuk memprogram ulang (release) diri kita menjadi diri yang kita harapkan. Misalnya, bila selama ini ada sifat atau karakter buruk pada diri kita, coba kita release kemabli agar karakter buruk itu hilang, dengan cara mensugesti atau menghipnotis diri kita sendiri. Ada beberapa tekniknya, bisa dengan teknik sugesti balon gas, atau sugesti membakar kertas.

Dan secara psikologi, jiwa manusia memang bisa diubah dan dikendalikan. Ibaratnya sebuah tanah liat yang yang siap dibentuk oleh seorang seniman menjadi keramik yang sangat indah. Begitu juga dengan teknik release ini. Bayangkan anda adalah seniman itu, anda adalah pemimpin bagi diri anda, dan jiwa anda (alam bawah sadar anda) adalah tanah liat yang siap untuk anda bentuk dan ubah (release)

Hal-hal di atas adalah gambaran umumnya. Ada teknik2 khusus (SOP) nya yang harud dilakukan untuk melakukan Release Diri ini. Seperti harus diawali dengan stretching, deep breathing, dll.

Intinya, bahwa konsep Release ini adalah salah satu metode ilmiah Taubat yang selam ini coba saya cari2. Inilah metode ilmiahnya, yang digali dari ilmu psikologi dan kejiwaan manusia. Sejarah pernah menceritakan bagaimana orang bisa berubah, dengan datangnya hidayah. Seperti berubahnya Umar Bin Khattab, berubahnya Khalid Bin Walid, Sidharta Gautama, Umar Bin Abdul Aziz, Yusuf Islam, dll. Secara ilmiah, perubahan itu terjadi dalam jiwa alam sadar mereka,m bermula dari pikiran, kemudian pikiran mensugesti alam bawah sadar, dan turun ke hati (qolbu). Inilah yang namanya hidayah. Saya sampai saat ini sangat yakin bahwa ilmu Allah itu semua bisa diilmiahkan, terutama tentang hidayah ini.

Nah melalui tulisan ini, saya hanya ingin berbagi. Bahwa teknik Release ini adalah salah satu teknik alternatif bagi kita yang ingin merubah dan memperbaiki diri, bertaubat. Coba Release diri kita menjadi pribadi yang kita inginkan, pribadi yang lebih baik, tenang, shalih, berguna dan mencintai umat manusia, serta taat dan bertakwa kepada Sang Pencipta.

Bagi yang tertarik, bisa menghubungi saya via email: haldi_kudo@yahoo.com. Karena teknik2 mendetailnya tidak bisa saya tuliskan di sini. Karena terlalu banyak dan takut bias&terdistrosi kalo hanya melalui tulisan. Harus disampaikan dan diajarkan secara langsung.

Semoga metode ini berguna bagi diri kita yang terpanggil untuk merubah dan memperbaiki diri.

Let's change! Release ourself!

Wallahu Alam..

Thursday, February 23, 2006

Karena Cinta

“.. for people who like helping people..”

Karena Cinta

“Karena Cinta”, istilah ini pertama kali terkenal ketika dinyanyikan oleh Joy di Indonesian Idol. Terlepas dari konotasinya yang agak “merah jambu”, aku ingin memandangnya dari sisi lain..


Dear Haldi.. my soul..

Beberapa lama ini aku mengalami beberapa persoalan yang sangat menyita pikiran dan emosi. Bisa juga dibilang juga masalah. Persoalan ini timbul karena sedikit banyak menguncang eksistensi dan kemapanan sikap dan pemahaman yang sudah kuyakini selama ini. Tapi itulah namanya kehidupan, setiap orang memiliki karakter dan latar belakang yang berbeda, sehingga berbeda pula sikap dan paradigmanya..

Untuk beberapa lama aku sempat tidak habis pikir, kenapa hal ini bisa terjadi. Pikiranku seakan tidak bisa memahaminya, bahkan kamu sendiri juga begitu, jiwaku.. Semakin mencoba untuk memahami, semakin jauh rasanya diri ini dari orang lain.

Tapi sekarang aku ingin mencoba metode jurus “tubuh halus”nya shiro, mencoba membaca energi orang lain, mengenalnya, memahaminya, sehingga bisa mengendalikannya dan mengalahkannya. Sebuah jurus yang secara batas kewajaran “ilmu kung fu” tidak akan mampu dikalahkan, kecuali oleh orang-orang yang sudah mampu melepaskan ketergantungan jiwanya dari jasadnya, dari materi dunia. Orang2 yang juga mempunyai kendali yang tinggi terhadap energi diri jiwanya.. yang sudah tidak takut kehilangan jasadnya.. tidak takut mati..
Kalo bahasa ilmu ESQ nya : empati



Manusia diciptakan sebagai makhluk sosial, begitu kata guruku ketika SD, SMP, dan SMA dulu. Makhluk yang tidak bisa hidup tanpa orang lain. Ketika itu (dan sampai kini) aku mencoba memahaminya dari sudur pandang lain: bahwa manusia membutuhkan manusia/pihak lain untuk hidup, untuk mengisi energi jiwanya.

Dan beberapa hari belakangan ini.. aku menemukan persoalan yang berhubungan dengan manusia itu semuanya. Bila coba disederhanakan dan disimpulkan, seluruh persoalan itu terkait dengan suatu keadaan ketika seorang manusia diharapkan bisa berbagi dengan manusia lain, atau pihak lain. Dan aku menghadapi banyak penyikapan reaktif terhadap itu semua

… Beberapa orang bertanya dalam dirinya..
kenapa aku harus berbagi?
kenapa aku harus memberi?
kenapa aku harus percaya?
kenapa aku harus menerima?
kenapa aku harus berbuat?
kenapa aku harus membantu?
kenapa aku harus menolong?
kenapa aku harus susah?
kenapa aku harus kehilangan?
kenapa aku harus berkorban?

Kira-kira itulah pertanyaan-pertanyaan, yang coba kubaca, yang timbul dari manusia-manusia di sekelilingku..
Aku coba merenunginya kembali.. mencoba memahami dan merasakannya.. mencoba menemukan jawabannya..

Tetapi ketika kucoba menemukannya dengan akal pikiran di otakku, rasanya semakin sakit saja rasanya kepala ini. Mungkin ukuran pertanyaan-pertanyaan itu terlalu besar dengan kapasitas memory & processor otakku.. Sehingga membuatnya nge-hang, karena sudah kehabisan ruang. Bit-bit pertanyaan itu seakan sudah tidak dapat tertampung lagi, sehingga sulit untuk mengolahnya..

Ketika kepala ini semakin sakit
kucoba mengalihkannya ke hati.. tempat bersarangnya jiwaku, ya kamu Haldi..
Aku tidak mau lagi mengolahnya dengan Arithmatic Logic Unit di otakku
Karena memang pertanyaan itu di luar nalar bila coba kucoba menjawabnya dengan otak

Dan mulailah aku mencoba menemukannya dengan hati..

Suatu ketika aku membaca sebuah email dari milis angkatanku
yang berisi pendapat cendikiawan-cendikiawan barat tentang Muhammad
Sebuah email yang dibuat untuk membungkam kartunis-kartunis barat yang bodoh dan dengki itu..
Berikut beberapa kutipan pendapat dari cendikiawan-cendikiawan dunia tersebut tentang Muhammad:

"Sejumlah besar sumber awal menunjukkan bahwa dia adalah seseorang yang jujur dan berbudi baik yang dihormati dan ditaati orang-orang yang sepertinya (jujur dan berbudi baik) (Vol. 12)"
ENCYCLOPEDIA BRITANNICA


Pernah saya bertanya-tanya siapakah tokoh yang paling mempengaruhi manusia... Saya lebih dari yakin bahwa bukan pedanglah yang memberikan kebesaran pada Islam pada masanya. Tapi ia datang dari kesederhanaan, kebersahajaan, kehati-hatian Muhammad; serta pengabdian luar biasa kepada teman dan pengikutnya, tekadnya, keberaniannya, serta keyakinannya pada Tuhan dan tugasnya. Semua ini (dan bukan pedang ) menyingkirkan segala halangan. Ketika saya menutup halaman terakhir volume 2 (biografi Muhammad), saya sedih karena tiada lagi cerita yang tersisa dari hidupnya yang agung.
MAHATMA GANDHI (Komentar mengenai karakter Muhammad di YOUNG INDIA)

Pilihan saya untuk menempatkan Muhammad pada urutan teratas mungkin mengejutkan semua pihak, tapi dialah satu-satunya orang yang sukses baik dalam tataran sekular maupun agama. (hal. 33). Lamar tine, seorang sejarawan terkemuka menyatakan bahwa: Jika keagungan sebuah tujuan, kecilnya fasilitas yang diberikan untuk mencapai tujuan tersebut, serta menakjubkannya hasil yang dicapai menjadi tolok ukur kejeniusan seorang manusia; siapakah yang berani membandingkan tokoh hebat manapun dalam sejarah modern dengan Muhammad? Tokoh-tokoh itu membangun pasukan, hukum dan kerajaan saja. Mereka hanyalah menciptakan kekuatan-kekuatan material yang hancur bahkan di depan mata mereka sendiri. Muhammad bergerak tidak hanya dengan tentara, hukum, kerajaan, rakyat dan dinasti, tapi jutaan manusia di dua per tiga wilayah dunia saat itu; lebih dari itu, ia telah merubah altar-altar pemujaan, sesembahan, agama, pikiran, kepercayaan serta jiwa... Kesabarannya dalam kemenangan dan ambisinya yang dipersembahkan untuk satu tujuan tanpa sama sekali berhasrat membangun kekuasaan, sembahyang-sembahyangnya, dialognya dengan Tuhan, kematiannnya dan kemenangan-kemenangan (umatnya) setelah kematiannya; semuanya membawa keyakinan umatnya hingga ia memiliki kekuatan untuk mengembalikan sebuah dogma. Dogma yang mengajarkan ketunggalan dan kegaiban (immateriality) Tuhan yang mengajarkan siapa sesungguhnya Tuhan. Dia singkirkan tuhan palsu dengan kekuatan dan mengenalkan tuhan yang sesungguhnya dengan kebijakan. Seorang filsuf yang juga seorang orator, apostle (hawariyyun, 12 orang pengikut Yesus-pen.), prajurit, ahli hukum, penakluk ide, pegembali dogma-dogma rasional dari sebuah ajaran tanpa pengidolaan, pendiri 20 kerajaan di bumi dan satu kerajaan spiritual, ialah Muhammad. Dari semua standar bagaimana kehebatan seorang manusia diukur, mungkin kita patut bertanya: adakah orang yang lebih agung dari dia?"
MICHAEL H. HART (THE 100: A RANKING OF THE MOST INFLUENTIAL PERSONS INHISTORY, New York, 1978)

Itulah pendapat-pendapat tentang Muhammad. Aku mencoba meresapinya.. Apa sebenarnya kekuatan inti dan kebesaran seorang Muhammad?

Setelah itu aku mencoba menyelami pribadi manusia-manusia lain.. ada tokoh, pemimpin, pahlawan, bahkan teman-teman yang kukagumi..
Ada juga beberapa tokoh dan pahlawan fiktif yang selama ini cukup kukagumi..
Apa kira-kira yang menggerakkan kehidupan mereka?
Apa yang menyebabkan mereka memiliki energi yang begitu melimpah? ..dan begitu murni..?

Dan sesaat kemudian terlintas dalam benakku potongan-potongan memori masa kecilku
Kehidupanku dengan ayah ibuku, bibiku, pamanku, kakek nenekku.. beberapa dari mereka sudah meninggal sekarang..

Aku mencoba menemukan kesamaan dari mereka semua..

Dan ketika tanpa sengaja mendengar lagu ini, akhirnya aku menemukan jawabannya: Karena Cinta…

Yah.. itulah jawabannya wahai jiwaku..
Itulah jawaban pertanyaan-pertanyaan yang selama ini memenuhi kepalamu itu
Dan yang tidak bisa kau pecahkan dengan otakmu
Coba tanya ke hatimu..

Jawabannya memang hanya Karena Cinta..

Kepada sahabat-sahabatku yang sedang berada dalam kegamangan
Kepada teman-temanku yang sedang berada dalam keraguan
Kepada mereka yang sedang bertanya-tanya:
kenapa aku harus berbagi?
kenapa aku harus memberi?
kenapa aku harus percaya?
kenapa aku harus menerima?
kenapa aku harus berbuat?
kenapa aku harus membantu?
kenapa aku harus menolong?
kenapa aku harus susah?
kenapa aku harus kehilangan?
kenapa aku harus berkorban?

Aku hanya bisa memberi jawaban: Karena Cinta

Bagiku hanya Karena Cinta pertanyaan-pertanyaan itu bisa kujawab
Tak peduli apapun, siapapu, bagaimanapun.. hanya Karena Cinta..
Karena cintaku yang sebesar-besarnya kepada Tuhanku dan nabiku
Karena cintaku kepada agamaku
Karena cintaku kepada ayah ibukuku
Karena cintaku kepada bangsaku
Karena cintaku kepada tanah airku
Karena cintaku kepada rakyatku
Karena cintaku kepada saudara-saudaraku
Karena cintaku kepada sahabat-sahabatku
Karena cintaku kepada teman-temanku

Dan karena inginnya kumelihat senyum kebahagiaan mereka semua..

Karena itulah aku mau berbagi
aku mau memberi
aku mau percaya
aku mau menerima
aku mau berbuat
aku mau membantu
aku mau menolong
aku mau susah
aku mau kehilangan
aku mau berkorban

hanya karena cinta
hanya karena ingin melihat dan menerima senyum kebahagaiaan dan kerihoan mereka

kalau sudah hanya karena cinta
apalagi di dunia ini yang dapat menggantkannya.. ?

Dan hanya cintalah yang bisa mengobarkan energi yang begitu dahsyat, murni, dan tulus..
Tiada lagi yang bisa..

Dan bila suatu saat nanti aku ditanya, atau juga ketika diriku bertanya, “kenapa aku melakukannya?”
Aku hanya akan menjawab: karena cinta.. untuk Tuhanku, nabiku, agamaku, orang tuaku, bangsaku, saudaraku, sahabatku, temanku..

Dan itu semua sudah cukup, tidak kurang, tidak lebih.. tidak peduli apapun dan bagaimanapun selainnya..
Itulah aku..

Dan kamu.. bagaimana dengan kamu?

my room, thursday, 23 february, 11:30 am..

Al Kisah



Alkisah, pada suatu ketika ada seseorang lelaki tua bijaksana yang tinggal di puncak gunung (tidak kutahu mengapa tetapi memang menjadi lazimnya bahwa seorang lelaki tua yang bijaksana semestinya tinggal di puncak gunung). Setiapkali penduduk kampung mempunyai masalah, mereka akan mendaki gunung dan meminta nasihat orang tua tersebut.
Suatu hari seorang pemuda cukup sukses ukuran waktu itu- memutuskan untuk mendaki gunung dan bertanya kepada orang tua.
“Wahai Bapak yang bijaksana”, tanya pemuda itu, “Apakah yang membuat seseorang itu benar-benar unggul?”
Si orang tua merenung seketika, lalu menjawab, “Apakah kamu benar-benar ingn tahu?” “Ya, ya, “ jawab si pemuda.
“Baiklah,” kata si orang tua, “Aku akan beritahu kamu melalui sebuah cerita.”

“Pada suatu masa ada seorang berbangsa Yunani mengidap penyakit yang membawa maut. Karena mengetahui bahwa dirinya tidak lama lagi akan mati, beliau menjadi orang pertama yang menyertai tentara apabila negaranya berperang dengan musuh. Dengan harapan agar mati di medan perang, beliau lalu berjuang, maju di barisan terdepan, tanpa memperhatikan nyawanya. Akhirnya, perang usai dan dimenangkan negaranya, beliau masih juga hidup! Panglimanya begitu kagum dengan keberanian beliau yang telah memberi sumbangan besar terhadap kemenangan mereka, dan memutuskan untuk menaikkan pangkat beliau serta menganugerahkan lencana maupun piagam keberanian dan kehormatan. Di hari penganugerahan, beliau kelihatan murung dan sedih. Karena keheranan, si panglima bertanya kepada beliau, “Apa yang menyebabkan kamu bersedih?” Beliau menjawab, “Aku mengidap penyakit yang mematikan”. Bagaimana Mungkin Dia Membiarkan Seorang Pahlawan Seberani Itu Mati Begitu Saja? Lalu si panglima mencari tabib terbaik untuk mengobati sehingga akhirnya beliau sembuh. Namun demikian, sejak saat itu, si pahlawan yang dahulunya begitu berani tidak lagi berada di barisan depan! Beliau senantiasa menjauhkan dirinya dari bahaya, berusaha melindungi nyawanya dan tidak lagi mempertaruhkannya seperti dahulu!”

“Orang muda, jika kamu ingin benar-benar unggul, kamu hendaknya jangan takut mati, tidak Kia Su (takut kalah), dan berani gagal!”

“Jangan takut hidupmu akan berakhir, tetapi takutilah bahwa ia tidak akan bermula.”
-John Henry Newman-

Selamatkan Masa Depan Indonesia Dengan Sains dan Teknologi

Oleh: Budi Rahardjo

Teknologi sudah tidak dapat dipisahkan dari kehidupan kita sehari-hari. Kita ambil contoh teknologi telekomunikasi dan informasi
. Radio, televisi, VCD, DVD, komputer – sebagai produk dari teknologi – ada dimana-mana. Paling tidak di kota besar kita lihat banyak orang menggunakan telepon seluler (handphone). Orang yang tadinya tidak gemar menulis surat, sekarang menulis e-mail melalui Internet atau mengirim SMS melalui handphonenya setiap hari. Ini contoh teknologi yang ubiquitous, yaitu teknologi yang sudah merasuk dan “tidak nampak” (tidak terlihat sebagai sebuah benda yang aneh).
Namun sayangnya, kebanyakan dari semua ini adalah kita hanya sebagai pengguna atau konsumer dari teknologi itu sendiri. Kita bukan lagi sebagai produser, pembuat, atau inovator dalam teknologi dan aplikasinya. Padahal, dahulu kita dianggap sebagai salah satu pionir dalam telekomunikasi dengan digunakannya satelit Palapa. Indonesia sebagai negara ketiga yang memiliki satelit telekomunikasi. Saat ini dengan semakin banyaknya jumlah pengguna telepon seluler (dan akan terus bertambah), seharusnya kita tetap menjadi pelopor. Kenyataannya kita hanya sebagai konsumer belaka dengan mengimpor teknologi telekomunikasi dari luar negeri. Ini tantangan bagi generasi muda Indonesia. Dapatkah kita mengubah kondisi ini menjadi kesempatan (opportunity)?
“Kekayaan” sekarang tidak lagi hanya diukur dari kepemilikan hal-hal yang tangible – seperti uang, tanah, mobil, dan hal-hal lain yang langsung terlihat secara fisik – akan tetapi sudah mengikutsertakan hal-hal yang intangible. Kalau dahulu kekayaan sebuah perusahaan dihitung dari jumlah tanah atau kendaraan yang dimilikinya, saat ini yang ditanyakan adalah jumlah sumber daya manusianya beserta kualifikasinya (berapa jumlah S1 nya? S2? S3?) serta kepemilikan hak intelektual lainnya (berapa paten, hak cipta, merek dagang, dan rahasia dagang yang dimiliki?). Namun sayangnya, lagi-lagi, Indonesia tertinggal di bidang ini.
Penguasaan sains dan teknologi diharapkan dapat menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas hidup kita, yaitu dengan menjadikannya sebagai “engines of prosperity”. Penguasaan ini dijabarkan dalam bentuk kepemilikan “knowledge” atau pengetahuan. Itulah sebabnya saat ini muncul istilah-istilah seperti knowledge management, dan knowledge-based economy (ekonomi yang berbasis pengetahuan). Pertempuran antar negara – baik dalam bidang perdagangan maupun bidang militer – sudah sarat dengan teknologi. Tanpa menguasai sains dan teknologi, kita akan ketinggalan lagi.

Chong-Moon Lee, salah seorang pengamat teknologi dan ekonomi mengatakan bahwa ada tiga (3) cara untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi:
1. meningkatkan dan memperkuat faktor input dari tenaga kerja (labor) dan capital;
2. melalui perdagangan dan keuntungan komparatif (misalnya melalui spesialisasi);
3. melalui inovasi dan entrepreneurship.
Mari kita fokuskan kepada faktor yang terakhir, yaitu bagaimana kita mengembangkan inovasi dan entrepreneurship. Untuk sementara ini lupakan dahulu entrepreneurship karena itu merupakan pokok bahasan tersendiri. Inovasi muncul dari riset. Inilah mengapa masa depan Indonesia ditentukan oleh sains dan teknologi.
Institut Teknologi Bandung (ITB) sebagai salah satu institusi pendidikan dan penelitian di Indonesia diharapkan menjadi motor (flag carrier) dalam penguasaan sains dan penghasil teknologi. Siapkah ITB?
Permasalahan Riset
Pengelolaan riset memiliki berbagai permasalahan yang tidak saja dialami oleh Indonesia tetapi juga oleh negara-negara yang sudah maju. Berikut ini ada beberapa contoh permasalahan tersebut.
Keterbatasan pendanaan (funding) merupakan salah satu masalah terbesar. Dana yang terbatas memaksa adanya prioritas atau fokus terhadap satu atau beberapa bidang penelitian saja. Industri di negara maju pun mulai kesulitan dalam mengalokasikan dana untuk penelitian. Akibatnya prioritas penelitian juga mulai diarahkan kepada penelitian yang aplikatif, yang dapat menghasilkan keuntungan finansial dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama. Kondisi sebelumnya menunjukkan bahwa penelitian yang ada lebih bernuansa teoritis (dan bahkan hanya untuk mengejar kenaikan pangkat saja). Ini tidak terjadi di Indonesia saja, melainkan sebuah fenomena global. Dalam sebuah tulisan di IEEE Spectrum ditunjukkan bahwa artikel-artikel di IEEE Transactions (yaitu jurnal utama organisasi IEEE) saat ini hanya 15% yang berasal dari industri. Padahal di tahun 1970-an, 70% makalah berasal dari industri (contohnya adalah IBM, Bell Labs).
Arah penelitian bisa mengikuti beberapa pola:

· Mengikuti tuntutan pasar. Pendekatan yang market driven ini memiliki keuntungan bahwa penelitian tidak akan sia-sia karena ada calon pengguna (pembeli). Pendekatan ini menuntut perencanaan (road mapping) jangka pendek dan jangka panjang. Buruknya pendekatan ini adalah belum tentu kita yang mendapat keuntungan finansial karena bisa saja kita terlambat (atau juga terlalu cepat) masuk ke pasar sehingga pasar sudah dikuasai oleh pihak lain. Memprediksi pasar juga bukan pekerjaan yang mudah sehingga bisa saja salah sasaran. Selain itu SDM yang dibutuhkan dan dana pada tahap awal belum tentu tersedia.
· Mengikuti ketersediaan sumber daya manusia. Pendekatan yang melihat ke dalam adalah pendekatan ini yang paling sering dilakukan karena kemampuan SDM – dan mungkin juga fasilitas penelitian – sudah tersedia. Namun pendekatan ini memiliki kelemahan bahwa dia berorientasi ke dalam dengan topik penelitian yang belum tentu memiliki nilai komersial atau strategis. Seringkali topik penelitian dipilih sesuai dengan selera peneliti itu sendiri, dan juga sering berubah-ubah.
· Mengikuti penyedia dana. Pendekatan ini “mengikuti arus” ketersediaan dana. Jika ada dana untuk topik penelitian xyz, maka ramai-ramai peneliti mengajukan proposal sesuai dengan syarat yang diajukan oleh pemberi dana. Kompetensi dan track record dari peneliti diabaikan. Pendekatan ini terlalu short term dan hanya cocok untuk kondisi survival atau untuk melakukan bootstrap saja. Namun seringkali para peneliti ini lupa dan terus menerus mengambil pendekatan ini, yaitu pendekatan proyek. Akibatnya topik penelitian menjadi meloncat-loncat dan tidak memiliki dasar (foundation) yang kokoh.
· Mengikuti kepentingan negara atau kebutuhan masyarakat. Ini pendekatan ideal dimana memang hasil penelitian tersebut sangat dinantikan oleh masyarakat. Pendekatan ini tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat dan membutuhkan road map jangka panjang. Hasil-hasil sementara yang dapat langsung dimanfaatkan merupakan milestones dari rencana jangka panjang tersebut. Masalah utama dalam pendekatan ini adalah biasanya kurang ada nilai bisnisnya sehingga industri tidak mau melakukan investasi. Sementara itu pemerintah tidak memiliki dana yang cukup atau bahkan tidak memiliki komitmen sehingga arah penelitian hanya sekedar ”manis di bibir” (lip service). Di sisi perguruan tinggi atau institusi penelitian sendiri belum tentu ada sumber daya manusia dan fasilitas yang mendukung.

Tentu saja pola yang diambil oleh sebuah institusi bisa merupakan gabungan atau kombinasi dari pola-pola di atas.
Visi dari penelitian – dari pemerintahan, perguruan tinggi, dan lembaga penelitian – seringkali tidak jelas atau bahkan tidak ada. Ini membutuhkan kepemimpinan (leadersip). Ketika John F. Kennedy mengatakan di Rice University bahwa Amerika akan pergi ke bulan dunia berguncang. Banyak orang yang mengatakan bahwa itu hanya mimpi. Sampai saat ini pun masih ada orang yang meragukan kesuksesan misi Apollo dan mengatakan bahwa itu hanya tipuan (hoax) belaka. Namun perkataan Kennedy tersebut mengusik jiwa beberapa orang peneliti sehingga memiliki obsesi dan komitmen untuk mewujudkan impian ini. Hasilnya dapat kita lihat sendiri. Mereka maju dengan pesat. Negara lain pun melakukan pendekatan yang sama. Bagaimana dengan Indonesia?
Paragraf di atas menyinggung tentang peneliti yang terobsesi dan memiliki komitmen untuk meneliti terus yang jarang ditemukan di Indonesia. Karakter ini yang nampaknya kurang tumbuh di Indonesia. Apakah ini bawaan sifat orang Indonesia? Tidak! Orang Indonesia sendiri sebetulnya memiliki kemampuan meneliti yang cukup baik. Buktinya mahasiswa Indonesia yang sedang belajar atau berkarya di perguruan tinggi di luar negeri dapat menjadi peneliti-peneliti yang baik. Jadi bukan manusianya, melainkan lingkungan (environment) Indonesia yang kurang mendukung penelitian. Ini yang harus kita ubah. Kita budayakan sifat meneliti.
Di ITB penelitian dapat dibagi menjadi dua, yaitu penelitian yang bersifat teoritis dan penelitian yang lebih bersifat aplikatif. Penelitian yang bersifat teoritis dimotori oleh Fakultas, Departemen, dan lab-lab yang berada di dalamnya. Sementara itu, penelitian yang bersifat aplikatif dimotori oleh LPPM (Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat) beserta Kelompok Penelitian dan Pengembangan (KPP) yang berada di dalamnya. Diharapkan sinergi dari dua motor ini dapat menghasilkan penelitian dan pengembangan yang bermanfaat bagi Indonesia.
Tantangan Ke Depan
Banyak bidang “baru” yang diperkirakan akan menjadi primadona dalam menghasilkan prosperity, yaitu antara lain Bioteknologi, dan Nanoteknologi. Nah, siapkah kita menjadi salah satu pionir di bidang itu dengan inovasi-inovasi yang dapat menyelamatkan Indonesia? Akan adakah peneliti-peneliti tangguh dari Indonesia?

Friday, January 06, 2006

Litbang dan Manager



Tulisan ini terinspirasi dari biografi Margareth Thatcher dalam buku MHMD-nya Marwah Daud Ibrahim dan kesuksesan perusahaan-perusahaan besar seperti Microsoft, Sony, Honda, dan lain-lain.

Untuk membuka wawasan tentang betapa sungguhnya Microsoft mengembangkan research-nya (yang alokasi dananya mencapai USD 6.5 Milyar) silakan buka:

http://www.sda-indo.com/sda/features/psecom,id,88,_language,Indonesia,_
page,2,nodeid,1,xv_numresults,5,xv_sortvalue,0.html


Litbang dan Manajer

Setelah merenungi dan mencari benang merah dari beberapa bacaan di atas, ada beberapa poin penting yang menjadi aspek kesuksesan orang, perusahaan, atau negara yang bersangkutan, yaitu optimal dan efektifnya fungsi kepemimpinan, manajemen, dan litbang dari suatu lembaga atau komunitas.

Khusus pada tulisan ini, ada 2 hal yang lebih saya tekankan, yaitu manajemen dan litbang. Karena kalo aspek kepemimpinan, seharusnya kita semua sudah sangat memahami sepenting apanya peranan dan fungsi kepemimpinan dalam menggerakkan suatu komunitas dalam mencapai tujuan dan sasarannya. Kita juga seharusnya sudah tahu dan paham seperti apa karakter seorang pemimpin yang baik, efektif, berkualitas, dan berpengaruh. Karena tanpa aspek kempimimpinan yang baik dan kuat, suatu komunitas tidak akan berjalan dengan baik dan efektif, serta tidak akan pernah bisa mencapai tujuan yan telah mereka tetapkan.

Tentunya urgensitas kepemimpinan ini tidak bertentangan dengan salah satu pemahaman yang menyebutkan: “Pilihlah pemimpin yang paling lemah di antara kalian, lalu dukung, taati, dan bantu sekuat tenaga dan semampu kalian. Niscaya iya akan menjadi pemimpin yang paling kuat”. Karena menurut saya ungkapan tersebut adalah sebuah perumpamaan untuk menggambarkan keharusan ukuwah, kesatuan, sinergi, integrasi, kepercayaan, taat, dan totalitas semua orang dalam suatu komunitas amal jamai dengan pemimpin mereka. Ungkapan tersebut tidak bermakna dan tidak mengenyampingkan perlunya memilih pemimpin yang terbaik dengan tujuan dan karakter tim yang akan dicapai dan di saat yang tepat (the right man on the right place at the right time). Ungkapan totalitas tim tersebut berlaku setelah terpilihnya sang pemimpin. Namun dalam proses penemuan dan pemilihan pemimpin tersebut, harus memakai kaidah the right man on the right place at the right time tersebut.

Litbang (Research & Development)

Kalau saat perang kemerdekaan kita mengenal semboyan merdeka atau mati!, maka di abad globalisasi dan ilmu pengetahuan sekarang ini, semboyan yang menjadi ‘roh’ kehidupan dunia adalah: inovasi atau mati! Mengapa inovasi? Mengapa tanpa inovasi sebuah eksistensi bisa mati? Kenapa Microsoft sampai memiliki empat research center yang sangat besar di luar AS dengan anggaran USD 6.5 Milyar setahun?

Di abad informasi dan teknologi sekarang ini, ciri khas utama adalah perubahan yang sangat cepat, globalisasi, masyarakat pengetahuan, masyarakat terbuka (open society), hypercompetition, serta interdependence social network. Dan seluruh gejala tersebut berakar dari perubahan yang sangat cepat sebagai efek dari revolusi informasi dan ilmu pengetahuan yang sangat dahsyat dan saling menunjang.

Perubahan inilah yang melahirkan kebutuhan inovasi. Hukum alam menyebutkan bahwa bila suatu species tidak bisa beradaptasi dalam lingkungan alam kekinian dan masa depannya, maka kepunahan adalah ujungnya. Dalam Islam kita juga mengenal istilah ‘generasi pengganti atau yang digantikan’. Inovasi sebagai sebuah ‘dunia’ untuk menemukan karya baru merupakan sebuah usaha untuk tetap bertahan hidup dalam abad perubahan ini. Abad yang dengan karakter globalisasinya (terutama bidang ekonomi) telah menjadikan inovasi produk dan karya sebagai senjata untuk bisa survive dan menguasai (pasar) dunia. Di sinilah kita bisa mengambil kesimpulan dengan istilah: inovasi atau mati!

Kembali ke masalah organisasi, di abad informasi dan perubahan ini inovasi menjadi kata kunci dan kebutuhan sebuah organisasi apapun dan di manapun. Dengan abad informasi ini, segala sesuatu aspek kehidupan masyarakat (politik, ekonomi, pendidikan, sosial, budaya) telah saling berkaitan dan mempengaruhi satu dengan lainnya, ibarat sebuah jejaring kehidupan yang sangat kuat. Perubahan ekonomi, bisa mempengaruhi politik, sosial, budaya. Begitu juga perubahan politik atau pendidikan, bisa mempengaruhi ekonomi, sosial, budaya. Intinya… abad 21 ini adalah abad perubahan! Lalu, bagaimana menghasilkan inovasi?

Inovasi adalah suatu ujung/hasil yang bermuara dari proses penelitan dan kreativitas. Penelitian menggambarkan suatu proses pembelajaran yang dinamis dan berkelanjutan. Kreativitas menggambarkan ide-ide baru dan cemerlang. Dinamis-kreatif-inovatif adalah sebuah satu alur kesatuan dari karakter mental peneliti (research) dan pengembangan (development).

Research & Development inilah yang menjadi akar kesimpulan kunci dari kebutuhan suatu komunitas/lembaga yang bergerak, baik itu organisasi, masyarakat, bangsa, dan negara. Sejarah sudah membuktikan, di abad globalisasi ini, negara2 atau organisasi yang melakukan research & development sajalah yang dapat survive dan mengendalikan dunia. Karena mereka selalu belajar dan meneliti cara2 terbaru yang dapat diterapkan untuk menghadapi perubahan dunia yang sangat cepat.

............

Di sinilah saya sangat menekankan betapa pentingnya aspek research & development ini bagi dakwah. Dakwah adalah sebuah megaproyek peradaban. Dan peradaban kita sekarang ditandai oleh perubahan yang sangat cepat serta variabel sosial yang berubah acak. Ditambah lagi begitu kencangnya bombardir arus paradigma oportunisme, materialisme dan konsumerisme di masyarakat, termasuk mahasiswa dan masyarakat kampus.

Dengan keadaan dunia yang sudah sangat berubah dan dinamis ini, mutlak diperlukan sebuah sistem research & develompment untuk menghasilkan inovasi2 dakwah. Selain itu juga diperlukan sebuah kajian dan penelitian untuk membaca kondisi kampus dan masyarakat yang sedang berkembang, kondisi sosiologinya, mental dan paradigma, kondisi Indonesia dan dunia. Kajian dan penelitian ini harus bersumber dari pengamatan lapangan yang valid, data yang komprehensif dan aktual, serta variabel-variabel perubahan yang dapat diperkirakan. Karena tanpa itu semua, kajian dan penelitian tesebut tidak akan optimal atau malah salah sasaran dan kesimpulan.

Ada 3 syarat tindakan untuk mendukung terciptanya suatu perubahan sosial di masyarakat; yaitu kemampuan untuk membaca dan menganalisis perkembangan dan kondisi yang sedang terjadi, kemampuan membaca masa depan dan pembelajaran sejarah, serta kemampuan untuk memilih tindakan yang tepat dari kajian dan penelitian kondisi kekinian, masa depan, dan pembelajaran sejarah tadi. Ketiga syarat tersebutlah yang menjadi tiga aspek research & development dalam penentuan kebijakan dan tindakan perubahan sosial masyarakat. Tanpa pemenuhan ketiga aspek tersebut dalam usaha rekayasa sosial, yang ada hanyalah sebuah stagnansi ritual formal. Tidak akan terjadi perubahan yang berarti, hanya perulangan-perulangan kehidupan seperti yang terjadi dalam dunia Matrix.

Bagaimanapun diperlukan sebuah pemikiran kuat hasil dari penelitian dan kajian lapangan yang valid untuk menghasilkan suatu gerak dakwah yang inovatif dan maksimal. Bila dunia bisnis ekonomi dan teknologi saja membutuhkan research & development bagaimana dengan dakwah sebagai megaproyek peradaban?

2. Management

Bila litbang adalah suatu usaha untuk melahirkan gerakan2 yang tepat dan novatif, maka manajemen adalah sistem yang dirancang untuk terwujudnya produk karya inovasi tersebut.

Dalam sebuah bangunan perusahaan, manajer adalah ujung tombak atau tangan kanannya pemimpin perusahaan. Pemimpin (leader) dan manajer adalah suatu yang berbeda, walaupun sering diidentikkan dengan fungsi yang sama. Pemimpin berhubugan dengan manusia, sedang manajer berhubungan dengan sistem dan pengorganisasian. Pemimpin sejati lebih berperan kultural dan simpul sosial, manajer lebih berperan stuktural.

Evaluasi yang bisa saya berikan terhadap organisasi2 mahasiswa (termasuk dakwah kampus) sekarang ini adalah belum adanya fungsi manajer yang baik di setiap jenjang struktur atau wilayah, baik di struktur/wilayah level tertinggi hingga yang teendah di lapangan. Seorang mas’ul atau qiyadah hanya (mencoba) berperan sebagai leader. Konsep tsiqoh dan taat yang lebih kental termanifestasikan dengan hanya sekedar mengeluarkan/menurunkan kebijakan tanpa adanya suatu kemampuan dan usaha yang baik untuk merumuskan dan mengatur sistem kerjauntuk terlaksananya kebijakan/keputusan tersebut.

Inilah yang menjadi salah satu permasalahan kita selama ini. Banyak sekali terdengar bagaimana banyak hasil kebijakan/keputusan dihasilkan tetapi tidak terlaksana dengan baik di lapangan. Ada gap yang sangat besar antara musyawarah dan realita lapangan. Fungsi manajemen dan kontrol implementasi inilah yang tidak ada selama ini. Seluruh orang lebih berperan sebagai pemikir dan pelaksana, tanpa ada kejelasan fokus pemikir dan manajernya, sehingga apa yang dibahas mempunyai efesiensi ketercapaian yang rendah kita diimplementasikan di lapangan.

Solusi yang paling tepat adalah menetapkan dan mengkader seorang manajer yang memang bertanggung jawab di luar pemimpin/mas’ul/qiyadahnya. dalam pelaksanaan agenda dan kebijakan yang telah dihasilkan. Karena dalam sistem organisasi yang baik, pemimpin dan manajer harus berbeda dan fokus ke fungsi masing2. Pemimpin harus memiliki kekuatan karakter, pengalaman, ketajaman visi serta mampu memberi arahan dan memimpin manusianya, sedang manajer harus punya kemampuan design system ekeftif dan controlling yang kuat dan efektif. Singkatnya pemimpin berperan di visi dan karakter, manajer berperan pada system dan controlling.

Bila fungsi manajemen (manajer) ini sudah ada di masing-masing struktur/wilayah mula dari level teratas hingga terbawah, Insya Allah efesiensi pencapaian dakwah akan semakin meningkat.


Kesimpulan

Litbang dan manajer adalah dua fungsi yang tidak berjalan dengan baik atau bahkan tidak ada dalam hampir seluruh struktur organisasi yang saya ikuti selama ini. Memang terkesan simple dengan dua bidang ini, tetapi apabila kedua fungsi ini tidak ada dan tidak berjalan dengan baik dalam sebuah organisasi, termasuk dakwah kampus, maka tidak akan ada pencapaian yang baik dari organisasi tersebut.

Mulailah untuk menetapkan fungsi litbang dan manajer di masing2 struktur wilayah, d luar mas’ul dan anggota pelaksananya selama ini. Litbang yang bukan hanya mengumpulkan data, tetapi juga menghasilkan suatu pemikiran dan kebijakan2 yang inovatif dan tepat sasaran hasil dari pengamatan dan penelitan yang tajam. Serta manajer yang bisa mengendalikan dan mengontrol pelaksanaan agenda dan program2 dengan baik.

Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur, mereka seakan-akan suatu bangunan yang tersusun kokoh..”

Wallahu 'Alam Bishshawab..










Monday, December 26, 2005

Ingin Memulai

Hari ini..
Saat ini..
Detik ini..

Aku ingim memulai sebuah kehidupan baru
Kehidupan yang berbeda dari masa lalu
Kehidupan Intellektual
Aku ingin mewujudkan cita-caita ku
Aku ingin berlomba
Menuju tempat terbaik
Yang terdekat dengan Sang Khalik
Bertetangga dengan Sang Nabi

Sungguh berat
Karena satu-satunya yang bakal menjadi musuh besarku
adalah diriu sendiri
Sungguh berat melawan diri sendiri

Tapi..
bukankah itu semua hanya mindset..
berpikirlah.. bahwa kamu adalah pemimpinnya..
Jadilah pemimpin bagi dirimu sendiri..

Wahai masa depan
Tunggulah aku
Aku akan mengejar dirimu